Sabar itu tak ada batasnya

March 28, 2010 at 6:16 am (daily ordinary)

Kemaren aku dapat pencerahan (dari suatu ‘ceramah’ seseorang) mengenai hal yang selama ini menjadi kekuranganku. Judul ‘ceraha’nya Al-Hilm. Hilm, artinya lemah lembut, tidak menggampangkan amrah jiwa menguasai diri kita. Arti hilm mirip dengan sabar. Tetapi, hilm tingkatannya berada diatas sabar. Kalau untuk sabar saja susah, apalagi untuk menjadi ‘hilm’.

Nah, mengenai sabar, artinya secara simple yaitu bisa mengontrol emosi kita pada saat kita didera masalah. Pointnya disini, sabar itu ya, PADA SAAT KITA DAPET MASALAH. Bukannya setelah kita marah2, nangis2 baru kita ngomong, “ya udahlah. Nggak pa-pa. aku sabar aja. Ini cobaan dari Tuhan”. Kalau kaya’ gitu bukan sabar namanya. Sabar itu, pada saat masalah membuat kita emosi, pada saat itu juga kita bisa mengontrolnya. Itulah sabar yang sebenarnya. Bukan berarti setiap kali dapat masalah kita diam saja, tidak. Kita hadapi setiap masalah dengan SABAR dan CERDAS. Saat orang lain membuat kesalahan pada kita, baik sengaja ataupun yang tidak disengaja, kita harus SABAR, ngomong ke dia tentang apa yang ada di otak kita dengan CERDAS. Gitulah contoh sabar, kurang lebih.

Kalau hilm itu, berbeda dengan sabar. Jika sabar berarti kita bisa mengendalikan emosi kita saat ada yang menyinggung perasaan kita, maka al-hilm berarti bukan hanya mengendalikan emosi saja, tetapi membalasnya denga sutu kebaikan yang lain. Ringkasnya, “kejahatan yang dibalas dengan kebaikan” lah… nah, siapa yang sanggup begini?? Bener2 hebat orang yang betul2 hilm, contohnya nabi besar kita, Muhammad SAW. Kesabarannya tiada tandingannya.

Aku ingin sekali begitu. Aku ingin sabar. Ingin hilm. Tapi, cepat emosian sepertinya sudah mengalir dalam darahku. Genetic. Tapi entahlah datang dari mana. Yang jelas aku susah sekali mengontrol emosi. Pada saat puasa aja aku masih gampang sekali mengubar kemarahan pada temanku yang super jahil hanya karena dia menarik-narik ujung jilbabku dan akhirnya jilbabku kacau balau nggak berbentuk jilbab lagi. Sampai sekarang aku nyesel banget tiap kali aku inget saat2 aku emosian untuk hal yang sepele. Aku betul-betu ingin jadi orang yang sabar, lemah lembut, hilm… Waktu aku denger materi ‘al-hilm’ ini rasanya aku mau nangis. Materinya bener2 ‘aku banget’. Keinginan untuk menjadi hilm ini bener2 dah membuncah…

Dan, tips untuk menjadi hilm ini ada beberapa:

1. menghilangkan sifat sombong. Sombong terhadap Allah SWT, sombong terhadap sesama manusia, sombong terhadap diri sendiri.  Caranya dengan tunduk pada Allah, mengerjakan semua yang diperintahkan-Nya, menjauhi yang dilarang. Dan JANGAN MERASA LEBIH BAIK DARIPADA ORANG LAIN. Nggak ada yang tau, siapa yang lebih baik diantara satu manusia dengan manusia yag lain. Walaupun udah ada sistem ranking, hanya Allah yang tahu, siapa kita, siapa orang lain, bagaimana kita dan bagaimana orang lain.

2. jika kita bertemu dengan orang lain, anggaplah dia itu penting. Seperti pentingnya seorang dosen, dekan, walikota atau presiden. Jangan pernah anggap remeh orang lain.

3. motivasi diri untuk menghargai setiap pemberian dari Allah. Syukuri setiap hal, bahkan hal yang paling kecil sekalipun. Syukuri setiap nikmat, karunia, syukuri setiap masalah, konflik, sadari bahwa semuanya datang dari Allah. Jangan pernah mengeluh, semua yang diberikan adalah yang terbaik untuk kita.

4. motivasi diri untuk mendapat kecintaan dari Allah. Caranya, dengan senantiasa melakukan hal2 yang Allah cintai. Seperti kalau kita ingin merebut hati seseorang yang kita puja, semua hal yang dia suka akan kita lakukan denga rela. Begitu pula untuk merebut cinta dan kasih sayang dari Allah.

5. motivasi diri untuk menjadikan kelembutan sebagai penghias diri. Siapa sih, yang nggak suka orang yang lembut, sabar, baik hati, tidak sombong dan rajin menabung??? Kalaupun ada, palig cuma orang yang iri, hehehe…

6. meyakini bahwa dengan hilm dapat mempermudah dakwah.

Tips2 diatas yang saat ini sedang aku laksanakan setiap waktu. Aku betul2 ingin menjadi orang super sabar. Amin…

2 Comments

  1. muhammadfiji said,

    Tulisan yang sangat menginspirasi. Tetapi, bisakah setiap orang begitu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: